Kami PT Cropsindo Agro Industry menciptakan terobosan baru dengan menggabungkan perkebunan pohon aren modern yang mengadopsi teknologi smart plantation dengan kebijakan memonetize dana hasil penjualan kayu pada saat land-clearing yang jumlahnya diperkirakan mencapai minimum 300.000 m3 di digital asset manajemen

Kegiataan ini untuk meminimalisasir resiko dari kedua produk tersebut baik investasi budi daya penanaman aren maupun investasi di bidang aset digital, kami menggabungkan kedua program tersebut sehingga bisa sinergi dan saling menguatkan, dan bisa menjadi solusi untuk meminimalisasi kerugian dan mengoptimalkan keuntungan dari investasi perkebunan pohon aren dan asset digital.

SYSTEM PERKEBUNAN MODERN

  • Pendataan dan control terhadap pohon aren detail dan akurat dengan melibatkan tenaga ahli pemetaan dan geodesi. Sistem pemetaan dan geodesi disetiap lahan yang ditanam oleh PT. Cropsindo Agro Industry didukung juga dengan teknologi GPS, sehingga pembagian cluster dapat terpetakan disetiap lahan
  • Pemilik Pohon diberikan Sertifikat Kepemilikan Pohon lengkap dengan DENAH LOKASI CLUSTER dan NOMOR POHON yang dilegalisir oleh NOTARIS (*) serta TITIK LOKASI lahan. Investor dapat memantau secara Online Aset Perkebunannya melalui Internet sesuai titik koordinat yang ditulis dalam Sertifikat Kepemilikan Perkebunan Aren
  • Sistem bagi hasil antara pengelola yaitu PT Cropsindo Agro Industry dengan investor

Asumsi perhitungan keuntungan dari perkebunan aren Lokasi perkebunan aren kami berada di Pasamana Barat, provinsi sumatra barat seluas 3128ha. Gambaran kemungkinannya adalah dengan perhitungan-perhitungan demikian :

  • Satu Hektar kebun Aren ditanam 400 pohon, dengan jarak tanam 5 x
  • Dengan pemeliharaan yang bagus, setelah 6-7 tahun seluruh pohon bisa menghasilkan dengan prosentase sadap 80 % atau sebanyak pohon setiap
  • Dengan pemeliharaan    yang     sesuai    maka    produktifitas    nira     akan    mencapai     15 liter/hari/pohon.
  • Jadi produksi nira dari kebun Aren 1 hektar adalah 320 pohon x 15 liter/r/phn = 4.800 liter/hari/hektar.
  • Nira 4.800 liter/hari ini akan diolah menjadi Gula Aren Organik (GAO), sebanyak 800 kg/hari.
  • Jika GAO ini harga jualnya Rp 10.000 /kg, maka akan diperoleh pendapatan dari 1 hektar kebun Aren : 800 kg/hari x Rp 10.000 /kg = Rp 8 juta /hari.
  • Pendapatan kotor Rp 8 juta /hari, atau Rp 240 juta /bulan
  • Total asumsi pendapatan kotor pertahun dari 3180 ha adalah sekitar 9,158 trilyun

Dari asumsi-asumsi di atas yang perlu dilihat adalah angka-angka itu tidaklah terlalu fantastik, hanya saja bagi para investor saat ini investasi di bidang penanaman pohon aren kurang menarik dikarenakan jangka waktu hasil pohon aren begitu lama yaitu antara 6-7 tahun, yang membuat penanaman ini kurang dilirik oleh para investor.

Untuk meminimalisasi jangka waktu hasil panen yang begitu lama sehingga tidak dilirik oleh para investor Kami PT Cropsindo Agro Industry menciptakan satu konsep perkebunan aren dengan program terpadu menggunakan tekhnologi asset digital , sehingga pembeli bibit aren tidak perlu menunggu hasil investasinya sampai selama 6 tahun, akan tetapi dengan adanya digital aset manajemen  tersebut memiliki kesempatan untuk mendapatkan cashback yang kami usahakan kurang lebih sebesar 5% per bulannya terhitung sejak tanaman belum menghasilkan sampai tanaman dapat mengeluarkan nira nya.

Dana untuk aset digital ini akan diperoleh dari hasil penebangan kayu dan dana yang diperoleh dari selisih hasil penjualan kayu dikurangi biaya investasi penanaman pohon sampai menghasilkan.

 

 

Language »
Open chat
Terimakasih Atas Kepercayaan Anda
Ada yang bisa saya bantu?
%d blogger menyukai ini: